Resensi Buku Childhood Optimizer Series

Lima Langkah Komunikasi Efektif, agar Anak Tumbuh Optimal
(resensi oleh @ariawiyana)

Buku ini saya dapatkan langsung dari penulisnya, Adlil Umarat atau biasa disapa Pak Ading. Seorang Praktisi Pendidikan Anak atau menamakan Childhood Optimizer Trainer. Sebelum saya membaca bukunya saya mengenal pak Ading sebagai Abang dan melalui media socialnya yang aktif termasuk Fanpage Facebooknya “Childhood Optimizer”.

Sesuai judul bukunya. Buku ini menawarkan lima langkah praktis dalam berkomunikasi dengan Anak. Tahapan langkah ini pak Ading sampaikan dalam urutan yang sistematis. Disertai contoh kasus dan panduan kalimat-kalimat yang dapat digunakan praktis. Buku ini, menurut saya, bukan buku yang cukup dibaca sekali duduk. Bisa dibaca bertahap per bagiannya. Langsung praktikkan. Atau dibaca utuh sampai tuntas. Kemudian bertahap mempraktikannya. Jangan khawatir pak Ading juga telah menyiapkan bonus: Kulwap (Kuliah Online WhatsApp) Parenting. Jika isi dalam buku ini belum cukup menjawab pertanyaan orangtua.

Pada bagian awal, Sebelum masuk dalam langkah-langkah komunikasi. Pak Ading memberikan konteks Ilmu Childhood Optimizer sifatnya subyektif dan kasuistik (hasil simpulan practical research), serta Childhood Optimizer menawarkan opsi Praktis, Positif, tanpa marah-marah dalam membangun karakter melalui komunikasi kepada Anak. Selain itu juga disampaikan Prinsip-prinsip dasar : #1 Anak sebagai titipan Allah #2 Memahami Tahap kembang Emas Anak (Golden Age, usia 0-7 tahun) dan #3 Berikan kesempatan dan kepercayaan kepada Anak. Secara padat dan ringkas bagian awal ini penting untuk dipahami sebelum melangkah pada 5 tahapan komunikasi yang akan dijelaskan perbagian.

Ini dia langkah-demi-langkah:
Langkah 1, Kenali Anak Lebih Dalam (KALEM)
Langkah 2, Regulasi Diri Anda (REDI)
Langkah 3, Bicaralah Bertahap (BICARA)
Langkah 4, Berikan Pijakan Informasi (BIJAK)
Langkah 5, Jagalah Konsistensi (KONSISTEN)

Hal yang berkesan bagi saya, Pak Ading, membuatkan Learning Obejctive dalam kotak berisi tujuan apa saja yang hendak dicapai dalam memahami setiap bab dalam buku ini, diletakkan dibawah judul bab bagian langkah demi langkah diatas. Seperti modul kuliah. Namun begitu dibaca perlahan, asik untuk langsung dipraktikkan bersama si kecil.

Pada langkah pertama, pak Ading mengajak untuk mengenali anak dengan menggambar bersama (pak Ading, menyebutnya Menjurnal Bersama). Lewat menjurnal ini, kita dapat “membaca” apa yang ada di pikiran anak. Caranya sediakan kertas polos dan crayon saja. Biarkan anak mengekspresikan mood, menstimulasi imajinasi serta dapat melatih motorik halus – kasar nya. Kenali anak dengan Playdate (misal beli es krim ke warung, memasak, cuci sepeda/ motor bersama, berenang dan sebagainya). Dan dalami fase tumbuh kembang anak secara teoritis.

Langkah kedua, Jadilah orangtua yang memahami Regulasi Diri, gak mudah terpancing anak saat tantrum misalnya. Sederhananya begini : “Rasa tenang itu menular. Sebagaimana Kepanikan, kemarahan, dan kesedihan”. Untuk melatih langkah ini, orangtua perlu merespons Apa yang dipikirkan ? Apa yang dirasakan? Dan Apa yang akan dilakukan? Terhadap kejadian tertentu. Jadilah Remote Control emosi ditangan orangtua bukan ditangan Anak.

Langkah ketiga, Berbicara bertahap kepada Anak. Pak Ading menyebutkan setidaknya ada 25 kesalahan komunikasi orangtua kepada Anak. Mulai dari nyuruh-nyuruh (Direct) melulu, komunikasi satu arah, no eye contact, sampai memarahi anak di depan orang lain. Setelah memahami kesalahan berkomunikasi. Pak Ading memperkenalkan yang disebut Lima Kontinum Berbahasa. Sebuah pendekatan rapi dan bertahap dalam berinteraksi dengan anak-anak.
1) Visually Looking on
2) Non Directive Statement
3) Question
4) Directive Statement
5) Physical Intervention

Awal membacanya terdengar kurang familiar dengan konsep lima kontinum berbahasa ini. Namun, jangan khawatir pak Ading memberikan contoh contoh praktis untuk menerapakannya. Bahkan ditambah dengan studi kasus di akhir bagian buku ini.

Bagian keempat, Beri pijakan infrormasi. Ajak anak untuk memahami hal yang akan, sedang, dan sudah ia alami. Berikan anak informasi yang akan memmbuatnya mampu beradaptasi dengan lingkungan, bagaimana merespons, dan masalah apa yang mungkin akan dihadapi. Pak Ading memberikan contoh “mengajak anak ke Minimarket” misalnya. Berikan pijakan informasi lingkungan disekitar minimarket akan ada apa, kita mau beli apa, ajak anak DEAL. Sesaat sebelum masuk, saat, dan sesudah berada di minimarket. Teknik ini memberikan informasi yang cukup bagi anak. Sekaligus menginstall Istiqomah (sesuai stick yang direncanakan) dan Qonaah (merasa cukup dengan apa yg didapatkan, tidak berlebihan).

Setelah bagian pertama sampai keempat dijalankan bertahap. Hal yan penting adalah bagian kelima, Menjaga konsistensi (KONSISTEN). Tugas Orangtua memberikan ROLE MODEL menerapkan pola komunikasi kepada anak secara konsisten. Tantangannya bisa berbeda, jika Anak berada di lingkungan diluar orang tua (misal berlibur ke rumah kakek/nenek). Pola-pola yang terjalin dan diajarkan orangtua bisa jadi jauh berbeda. Dan membuat anak menjadi bias. Pak Ading, menyarakan pada langkah kelima. Agar menularkan semangat komunikasi ini ke lingkungan keluarga inti
Oia, selain lima langkah diatas pak Ading juga memberikan Bonus: Bahasa Positif Orang Tua – Anak. Untuk melengkapi tahapan Langkah ketiga. Saya catat ada 152 Kamus bahasa positif (hlm 176- 215), sebanyak 29 halaman! Contohnya Kejadian membangunkan Anak : Alih-alih “Jangan tidur lagi dong nak” ganti menjadi respon positif “Nak, sebaiknya kamu bangun, sudah jam 5 pagi”. PLUS ada bonus tambahan 20 + 3 STUDI KASUS Menerapkan jurus 5 Kontinum Berbahasa (lihat langkah ketiga). Bagaimana respons orangtua mulai dari Anak susah bangun pagi, Anak mengamuk, Anak tidak mau mendengarkan perkataan orangtua, sampai Anak (kakak) yang mengganggu Adik.

Sebagai penutup, Buku ini mengajak orangtua untuk menerapkan pola komunikasi bertingkat agar lebih memberdayakan Anak. Kata Kuncinya MEMBANGUN Anak bukan MENGURUS Anak. pak Ading mengajak urutan-uratan langkah 1 sampai 5 diatas dijalani orangtua muda, insya Allah akan lebih tenang dalam menguh anak dan membangun karakter anak yang lebih baik lagi. @ariawiyana

#ChildhoodOPtimizer #KomunikasiAnak #Playdate #Positive #PakAding #COT

Rating : 4,5/ 5
Identitas buku :
Judul : Childhood Optimzer Book Series:
Lima Langkah Komunikasi Efektif, agar Anak Tumbuh Optimal
Penulis : Adlil Umarat
Penerbit : Pustaka SAGA
Halaman : 238 hlm + XII
Cetakan : November 2018COVER-COT-1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s